School Dorm - Chapter 5

  Safia Azka Lestari Safia dianggap sebagai ancaman karena dianggap sebagai pembawa bencana bagi para iblis dan malaikat. Ia merupakan keturunan dari 2 kaum yang berbeda, yaitu kaum iblis dan kaum malaikat. Darah yang mengalir di tubuhnya, begitu juga dengan tubuhnya, banyak yang menginginkannya, mulai dari kaum iblis, kaum malaikat, dan kaum pemburu iblis.  Seperti yang disampaikan oleh kakeknya Safia, kalau darah dan tubuhnya itu sangatlah berharga, karena 1 tetes darahnya mampu meningkatkan kekuatan iblis 10 kali lipat, dan kalau ia secara sukarela memberikannya, itu akan menjadi 100 kali lipat.  Para iblis menginginkan darah Safia untuk meningkatkan kekuatan mereka, tetapi banyak yang memburunya karena bisa membuat perpecahan diantara kaum iblis. Malaikat menginginkan Safia untuk dibunuh, karena merupakan aib dari kaum malaikat, dan bisa merugikan para malaikat jika Safia jatuh ke tangan iblis yang tamak akan kekuatan. Sedangkan pemburu iblis menginginkan Safia untuk ...

School Dorm - Prolog


PROLOG

Kisah ini bermula ketika aku memasuki sebuah sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah ini adalah sekolah asrama, tetapi bukan pondok pesantren. Awalnya sekolah ini bukanlah pilihanku, tetapi pilihan orangtuaku, karena mereka berdua terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka, sampai-sampai mereka tidak bisa mengurusi diriku. Padahal aku bisa mengurusi diriku sendiri.

Saat aku datang ke sekolah ini untuk pertama kalinya, satu kata yang terlintas di kepala ku “Angker”, yah walaupun terlihat biasa-biasa saja, tetapi dari sudut pandangku, sekolah ini “Angker”. 

Memang, sekolah ini sudah berdiri selama 120 tahun, pantaslah terlihat tua dan angker, walaupun katanya sudah mengalami renovasi sebanyak 5 kali, tetapi aku tidak tahu, bagian sekolah yang mana yang sudah mengalami renovasi. Sekolah asrama ini memiliki fasilitas yang lengkap, bahkan sekolah ini memiliki lahan yang sangat luas. 

Disekolah ini aku bertemu dengan 2 teman baru, Sandra dan Rina. Mereka juga anak baru di sekolah ini, kami melewati hari pertama di sekolah bersama, mulai dari kegiatan pengenalan sekolah, pembagian kelas, dan pembagian kamar. Aku dan Rina satu kelas di 10 IPA 3, sedangkan Sandra di kelas 10 IPA 1. Walaupun kita beda kelas, tetapi kita satu kamar, betapa senangnya aku bisa sekamar dengan mereka, sepertinya, kehidupan sekolah asrama ku akan menyenangkan. 

Itulah yang aku pikirkan pada awalnya, tapi semuanya berbanding terbalik 180 derajat, kehidupan sekolahku tidaklah menyenangkan. 

Ini bermula ketika hari pertama sekolahku dimulai.

To be continued...


Please Leave Your Comment

Komentar